Kisah Hikmah Burung Hud Hud

Al-Qur'an jadi kitab suci umat islam nyatanya 2 / 3 nya berisi mengenai kisah-kisah. Tentunya, banyak pelajaran yang dapat kita mengambil dari kisah-kisah yang tersaji, dari mulai cerita perjuangan ceramah beberapa nabi, sampai kisah-kisah hewan yang penuh hikmah. Salahsatunya, cerita burung Hud-Hud. Burung hud hud ialah semacam burung pelatuk yang namanya Allah SWT katakan dalam QS.AnNaml ayat 20-40.



Serta ia mengecek burung-burung lantas mengatakan : "Kenapa Saya tidak lihat hud-hud. apa ia terhitung yang tidak ada. ( TQS.An-Naml ayat 20 )

Saat Nabi Sulaiman kumpulkan beberapa tentaranya yang terbagi dalam bangsa jin, manusia, hewan, dan burung-burung, nyatanya Hud-Hud tidak ada. Alangkah kaget serta marahnya beliau waktu tahu Burung Hud-Hud pergi tanpa ada pamit.


Nabi Sulaiman juga meneror akan memberi hukuman pada burung Hud-Hud bila dia kembali. Hukuman itu berbentuk akan dicabuti bulu-bulunya sampai tidak dapat terbang, atau mati disembelih. Tetapi, bila Hud-Hud bisa menerangkan fakta kepergiannnya secara benar, karena itu dia akan diampuni.

Sekian waktu selanjutnya, burung Hud-Hud hadir ke hadapan Nabi Sulaiman. Burung Hud-Hud bawa berita dari negeri Saba ( Yaman ) ke Kan'an ( Kerajaan Nabi Sulaiman ) yang jaraknya 1500 mil, seputar 2400 km. Burung Hud-Hud mengemukakan kesedihannya saat lihat ada negeri Saba yang makmur di pimpin seorang Ratu cantik, namanya Ratu Balqis, yang malah tidak menyembah Allah SWT, justru menyembah matahari.

Akan tetapi, Nabi Sulaiman tidak langsung yakin demikian saja. Untuk memberikan bukti, Nabi Sulaiman memberikan pekerjaan pada burung Hud-Hud mengantar surat ke Raja Balqis, yang didalamnya ajakan ceramah, yakni ajakan untuk menyembah Allah SWT saja.

Pada akhirnya burung Hud-Hud dengan tulus balik lagi terbang tempuh perjalanan yang benar-benar jauh, panas, ke arah negeri Saba. Tetapi, tidak cukup sampai dari sana, burung Hud-Hud malah pastikan surat Nabi Sulaiman dibaca oleh Ratu Balqis serta menanti reaksi Ratu Balqis. Singkat kata, karena peranan burung Hud-Hud, pada akhirnya Ratu Balqis mendapatkan hidayah, menyongsong ajakan ceramah Nabi Sulaiman as, menyembah Allah SWT.

Hud-Hud sempat juga ambil fungsi dalam terpadamnya api yang membakar Nabi Ibrahim as. Diceritakan jika Hud-Hud repot terbang ke sana kesini cari sumber air. Saat dia dapatkan sumber air, karena itu dengan paruhnya yang mungil, dibawa air serta disiramkannya ke kobaran api. Sampai atas izin Allah SWT, api itu padam.

Kenapa harus cemburu ke Hud-Hud?

1. Hud-Hud yang cuma seekor burung saja, dapat merasakan susah lihat kemaksiatan di hadapannya. Dia merasakan terpanggil untuk perduli mengubah kemaksiatan kerajaan Nabi Balqis, sampai ikhlas melakukan misi ceramah dengan jarak yang jauh, panas serta melelahkan. Lantas, bagaimana dengan kita, seorang manusia yang dikasih akal? Sudahkah kita mempunyai rasa perduli yang tinggi pada beberapa orang di seputar kita?.

Sampai kita ikhlas berkorban memikul keletihan untuk masih menyeru beberapa orang di seputar kita pada jalan kebaikan. Lebih, kita yang hoby menulis di media sosial, benar-benar tulisan kita dapat mencapai beberapa orang di semua seluruh dunia. Kita bertanggungjawab pada tulisan kita.

Kita harus mengikuti burung Hud-Hud, untuk semangat menyebarluaskan kebaikan. Cemburulah pada Hud-Hud!

2. Jangan sampai meremehkan kebaikan sekecil apa saja, sebab Allah SWT akan memperhitungkannya. Itu yang dipercaya burung Hud-Hud yang tidak dikasih akal. Bagaimana dengan kita?

Percayalah kegiatan kita menulis, bicara, serta kegiatan yang lain, selama ada di jalan kebaikan, semua akan diakui pada hari pembalasan. Tidak ada yang remeh.

Post a Comment

0 Comments