Tata Langkah Hilangkan Najis Berdasar Jenisnya

Dalan agama Islam ada arti yang namanyanajis. Dengan bahasa, najis atau najasah bermakna kotoran. Hingga saat terserang najis, kaum muslim dilarang melaksanakan ibadah. Terlebih dulu harus membersihkannya.



Tata langkah hilangkan najis juga bisa dibikin bersih berdasar tipe najisnya, serta tidak dikerjakan asal-asalan. Jadi kaum muslim, alangkah lebih baiknya tahu segalanya mengenai najis untuk memperoleh diri yang suci saat bertemu dengan Allah SWT.

Berikut tata langkah hilangkan najis berdasar jenisnya dikumpulkan dari beberapa sumber :

Dalam agama Islam, diketahui satu semobyan Kebersihan beberapa dari iman, hingga jadi seuatu keharusan buat umat Islam untuk berupaya jaga kebersihan diri serta lingkungannya. Allah serta Rasul-Nya menyukai kebersihan.

Dalam satu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Ibnu Abbas r.a jika,

Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam melalui dua kuburan. Lantas beliau bersabda :

kedua orang ini sedang diadzab, dan mereka diazab bukan karena dosa besar. Orang yang pertama diadzab karena berbuat namimah ( adu domba ) . Adapun yang kedua, ia diadzab karena tidak membersihkan diri dari sisa kencingnya ( HR. Muslim no. 292 )

Najis Menurut Syara, contohnya :

Najasah Mukhaffafah ( mudah )

Najis mudah adalah air kencing bayi lelaki yang belum berusia 2 tahun serta tidak pernah makan suatu hal terkecuali air susu ibunya. Buat orang dewasa, terhitung madzi, air yang keluar dari kemaluan, air ini bening serta lengket.

Najis Mutawashitah ( sedang )

Najis mutawasitah ini sifatnya sedang, seperti segala hal yang keluar dari kubul serta dubur manusia, dan binatang, terkecuali air mani. Lantas cairan yang memabukkan susu hewan yang tidak halal untuk dikonsumsi, bangkai, tulang serta bulunya. Najis tipe ini terdiri jadi dua jenis, yaitu

Najis Ainiyah

Najis yang berbentuk serta berbekas, dan mempunyai rasa atau tercium baunya. Najis ini dapat dibikin bersih dengan membasuhkan air sekitar satu atau 3x, sampai najis lenyap.

Najis Hukmiyah

Najis yang tidak terlihat bendanya, seperti sisa kencing, atau arak yang jadi kering dan lain-lain. Dapat disucikan dengan dialiri air di bagian yang terserang najis.

Najis Mughallazhah ( berat ) atau najasah tsaqilah

Najis yang mugholladzhoh ialah najis yang sifatnya berat, seperti najis anjing serta babi, dan keturunannya.

Najasah Mukhaffafah ( mudah )

Langkah bersihkan najis yang terserang air kencing bayi lelaki, cukup hanya memercikakkannya. Ini tidak berlaku bila sang bayi telah mulai makan tidak hanya konsumsi ASI.

Hadits dari Abu Samh Malik radhiallahuanhu, dia mengatakan : Air kencing anak wanita itu dicuci, sedang air kencing anak lelaki itu dipercikkan ( HR. Abu Daud 377, An Nasai 303, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasai )

Selanjutnya langkah bersihkan air madzi dari kemaluan barusan, berdasar hadits Ali bin Abi Thalib radhiallahuanhu, dia mengatakan :

Miqdad bin Al Aswad mengutusku pada Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam. Lantas saya menanyakan tentang madzi yang keluar dari satu orang, bagaimana menyikapinya? Lantas Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam bersabda : berwudhulah serta percikkan kemaluanmu dengan air ( HR. Muslim 303 ) .


Barang yang terserang najis mutawashitah bisa suci dengan dibilas, asal sifat-sifat najisnya, seperti berbau, warna, serta rasa-rasanya hilang. Berdasar hadits yang diriwayatkan oleh Mutafaq alaih, dari Anas bin Malik radhiallahuanhu, beliau mengatakan :

Seorang arab badwi kencing di satu sisi masjid, karena itu beberapa orang juga akan membentaknya. Tetapi Nabi Shallallahualaihi Wasallam mereka. Saat dia usai kencing, Nabi Shallallahualaihi Wasallam memerintah untuk menyiram air kencingnya dengan seember air ( HR. Bukhari no. 221, Muslim no. 284 ) .

Langkah mensucikan najis mutawashitah selanjutnya tertuang dalam satu cerita dalam hadits, saat Asma binti Abi Bakr, beliau mengatakan, Seorang wanita pernah mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam selanjutnya ia mengatakan, :

Antara kami ada yang pakaiannya terserang darah haidh. Apa yang perlu kami lakukan? Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab :

Taklukkan darah haidh dari baju itu selanjutnya keriklah kotoran yang masih sisa dengan air, lantas cuci. Selanjutnya shalatlah dengannya. ( HR. Bukhari 225 )

Barang yang terserang najis mughallazhah seperti jilatan anjing atau babi, harus dibilas 7 kali serta salah satunya memakai air yang digabung tanah bersih.

Juga bisa dengan menggosokannya tanah dengan pergerakan searah pada tangan yang terjilat anjing. Kemudian baru dibasuh bersih memakai air.

Berdasar hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta Imam Muslim, dari Abu Hurairah, beliau mengatakan jika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda Langkah menyucikan bejana antara kalian jika dijilat anjing ialah dicuci sekitar tujuh kali serta awalannya dengan tanah. ( Muttafaq `alaihi ) .

Najis yang dimaafkan tujuannya Anda tak perlu membersihkan atau mencucinya, seperti najis bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya, debu serta air lorong-lorong yang memercik sedikit serta susah menghindarinya.

Ada juga binatang tikus atau cecak yang jatuh ke minyak atau makanan beku. Harus buang sisi dari minyak beku atau makanan yang terserang najis barusan. Sisi yang kira-kira aman, masih dapat dikonsumsi.

Jika minyak atau makanannya berbentuk cairan, lantas terserang binatang barusan, seharusnya dibuang semua. Sebab tidak dapat dibedakan mana yang najis serta mana yang tidak. Cairannya gampang tercampur dengan najis dari binatang.

Itu tata langkah hilangkan najis berdasar jenisnya. Bersuci serta jaga kebersihan adalah bentuk beribadah pada Allah yang mudah, dan tentu saja baik untuk memperhatikan kesehatan kita. Mudah-mudahan berguna.

Post a Comment

0 Comments