Produk Investasi dalam Perencanaan Keuangan

Perencanaan Keuangan.
Biasanya orang bingung memilih jenis produk investasi dalam perencanaan keuangannya, khususnya bagi orang-orang yang masih awam dalam dunia investasi. Setiap orang akan memilih berinvestasi ke hal yang memiliki resiko gagalnya rendah, namun mendapatkan keuntungan yang banyak.

Berikut ini ulasan singkat mengenai produk-produk investasi yang biasa digunakan dalam perencanaan keuangan.

Tabungan

Tabungan rata-rata memberikan return 1-3% per tahun dan akan minus nilainya jika disandingkan dengan rate inflasi.

Karena itu, tabungan hanya digunakan untuk dana darurat dan kebutuhan jangka pendek, atau yang sewaktu-waktu akan digunakan. Yang perlu diperhatikan dari tabungan adalah, biaya administrasi, penggunaan buku tabungan atau rekening koran, ketersediaan ATM, kemudahan transaksi, fasilitas online, dan mobile atau Internet banking. 
 
Beberapa bank sudah mengklasifikasikan nasabahnya berdasarkan saldo tabungan, sehingga sejumlah nasabah bisa mendapatkan fasilitas atau benefit tambahan sebagai nasabah prioritas.

Deposito

Deposito rata-rata memberikan return 4-7% per tahun. Deposito biasanya digunakan juga untuk kebutuhan jangka pendek. Pilih bank yang mana pembuatan deposito dapat dilakukan dengan mudah dan dapat dibuat lebih dari satu account deposit, termasuk proses pencairan yang mudah.

Jika, Anda dapat melihat dana deposito Anda melalui Internet banking maka hal ini mempermudah proses monitoring. Deposito saat ini memiliki banyak pilihan untuk jangka waktunya, ada yang 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. 
 
Selain itu, bisa dipilih apakah akan dijadikan automatic roll over (dana deposito diputar kembali pada saat term selesai, dengan bunga ditambahkan atau dikeluarkan) atau dana deposito langsung dicairkan pada saat term selesai.

Logam Mulia

Logam mulia rata-rata memberikan return di atas deposito tapi biasanya tidak dalam tahun pertama. Logam mulia bisa digunakan untuk kebutuhan jangka menengah. Tapi, sejumlah orang ada yang ingin berinvestasi di logam mulia untuk tujuan jangka panjang.

Dengan begitu, Anda perlu mengantisipasi beberapa hal, yaitu penyimpanan fisik logam mulia yang semakin lama semakin besar jika investasi dilakukan rutin dan terus bertambah. Logam mulia dalam jumlah besar sebaiknya disimpan dalam safe deposit box (SDB) yang disediakan oleh sejumlah bank dengan membayar iuran tahunan dengan harga bervariasi sesuai besarnya SDB.

Pada saat pembelian, perlu diperhatikan keaslian logam mulia di mana ada sertifikat dari PT ANTAM Tbk. Saat ini banyak tawaran untuk cicilan emas dan gadai emas. Perlu diketahui bahwa pada saat mencicil, Anda terkena bunga dan untuk gadai emas Anda akan membayar sejumlah biaya secara periodik selama Anda belum bisa menebus.

Ada baiknya Anda menabung dan mempersiapkan dana untuk melakukan pembelian logam mulia.

Reksadana

Reksadana merupakan produk pasar modal yang diterbitkan oleh manajer investasi (Ml) yang isinya merupakan gabungan atau portfolio sejumlah efek (pasar uang, obligasi, dan saham) dan mendapat legalitas dan OJK. Sehingga, tidak sembarang pihak dapat mengeluarkan reksadana. Reksadana memungkinkan investor retail untuk beninvestasi dengan jumlah dana kecil.

Reksadana terdiri atas beberapa jenis, yang biasa digunakan adalah reksadana pasar uang (jangka pendek), reksadana pendapatan tetap (jangka pendek sampai menengah), reksadana saham (jangka panjang) dan reksadana campuran (jangka menengah-panjang).

Return reksadana saat ini sangat bervariasi, bergantung pada jenis dan bagaimana Ml yang menerbitkan reksadana melakukan pengelolaan terhadap dana yang diinvestasikan oleh masyarakat. Biasanya, yang digunakan untuk reksadana saham expected returnnya kurang lebih 17-20%.

Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan reksadana bukan hanya return, tetapi hal-hal penting lainnya. Misalnya, bagaimana kondite Ml, usia produk, berapa jumlah dana kelolaan, tingkat risiko, volatilitas, dan lain nya.

Saham

Saham merupakan surat berharga atau efek yang menunjukkan kepemilikan atas porsi suatu perusahaan.

Perusahaan yang ingin sahamnya dimiliki publik maka akan go public atau melakukan IPO (initial public offering). Itu adalah salah satu cara perusahaan mendapatkan modal dari masyarakat umum. Harga saham akan naik turun sesuai dengan transaksi jual beli yang terjadi di bursa efek.

Kebijakan-kebijakan internal perusahaan ataupun eksternal dari pemerintah yang terkait dengan bidang bisnis perusahaan tersebut juga bisa berdampak pada harga sahamnya, termasuk kondisi makro ekonomi di negara-negara lain.

Post a Comment

0 Comments