Hubungan pH Air Dengan Kesehatan Tubuh

pH Air
AIR dan manusia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Mulai bangun tidur hingga tidur kembali Anda selalu berteman dengan air. Ketika Anda bangun tidur. Kemudian pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil, air Anda gunakan. Anda mandi dan gosok gigi juga menggunakan air.

Sarapan pagi, sebelum Anda menyantap makanan terlebih dahulu Anda minum air. Sebelum berangkat kerja, Anda minum suplemen atau obat, juga dengan air. Siang hari Anda bekerja di kantor atau beraktivitas di tempat lain selalu saja ada aktivitas yang membutuhkan air. Malam hari, sebelum tidur malam, paling tidak Anda cuci kaki atau gosok gigi. Air juga bukan?
Jika menginginkan lantai rumah mengilap, air akan membantu Anda. Maaf, banyak yang keliru memahaminya.

Mungkin Anda juga berpendapat, lantai mengilap karena menggunakan deterjen bubuk. Salah besar! Cobalah Anda pel menggunakan deterjen bubuk tanpa air, tentunya lantai Anda tidak akan mengilap. Begitulah, terlalu banyak manfaat air bagi kehidupan manusia dan niscaya sulit untuk menghitungnya.

Secara teori, air merupakan persenyawaan antara satu atom oksigen dengan dua atom hidrogen, membentuk molekul H20. Kumpulan jutaan, bahkan triliunan molekul H2O, kemudian kita kenali sebagai air minum di gelas, air di bak mandi, air yang mengalir di sungai, serta bentuk-bentuk air lainnya yang dapat kita lihat sehari-hari.

Molekul air berbentuk huruf V, dengan atom oksigen berada di sudut. Antar molekul air terdapat berbagai gaya (kekuatan, energi) yang bekerja sehingga molekul air yang satu dengan lain nya bisa berikatan. 

Oleh mata kita, kumpulan ikatan molekul air tersebut dikenali sebagai air, air biasa yang sering kita jumpai sehari-hari.

Sifat air yang sangat penting adalah kemampuannya untuk melarutkan. Sebagian besar bahan-bahan yang ada di muka Bumi dapat larut pada air. Hanya sebagian kecil yang larut pada minyak. Berikut ini sifat-sifat pelarutan bahan.

1. Hidrofilik

Ialah bahan-bahan yang menyukai air atau larut air. Mayoritas zat gizi yang diperlukan, seperti asam amino, karbohidrat, makro mineral, mikro mineral, trace element, serat, vitamin B, dan vitamin C adalah senyawa larut air.

2. Hidrofobik

Ialah bahan-bahan yang tidak menyukai air atau larut minyak atau lemak. Sebagian kecil zat gizi membutuhkan minyak untuk melarutkannya. Misalnya lemak, vitamin A, D, E, dan K. 

Coba bayangkan! Jika mayoritas zat gizi larut lemak, berapa gelas minyak yang harus Anda telan setiap hari? Jadi, manusia harus bersyukur karena mayoritas larut dalam air.

Cobalah Anda buat tetesan air dengan tetesan sekecil mungkin. Jika Anda berhasil membuatnya, tanyakanlah pada diri Anda sendiri, apakah tetesan terkecil itu terdiri dari satu molekul air atau masih berupa kumpulan molekul air? Kemudian, cobalah Anda simpan air dalam mulut. Lakukanlah gerakan seperti berkumur-kumur sepuluh kali hitungan. 

Semprotkan air tersebut dengan keadaan bibir tertutup di bawah sinar matahari atau lampu. Anda akan dapatkan air melayang layang di udara.

Sekarang Anda punya jawaban sementara. Tetesan terkecil yang berhasil Anda buat sebelumnya, bukan satu molekul air. Itu merupakan kumpulan molekul air. Namun, air yang melayang-layang tadi belum terjawab.

Mari beralih sejenak ke makhluk paling kecil, yaitu virus. Virus adalah makhluk sangat lembut, tidak terlihat oleh mikroskop biasa. Saking lembut dan sederhananya, virus belum bisa dikatakan sebagai makhluk hidup seperti halnya bakteri. Nah ternyata, virus tersusun dari gugus protein.

Ukuran molekul protein jauh lebih besar dibanding ukuran molekul air. Kesimpulannya, air yang melayang-layang tadi bukan satu molekul, tetapi kumpulan molekul air.

Kenyataannya, air yang Anda jumpai sehari-hari bukan kumpulan satu molekul air, tetapi sejumlah molekul air berkelompok dan berikatan. Selanjutnya, kumpulan kelompok inilah yang kita lihat sebagai air. 

Air yang melayang-layang tadi bisa jadi terdiri atas satu kelompok molekul air atau kumpulan beberapa kelompok molekul air. Selanjutnya, apa yang dimaksud dengan air murni?

Air murni adalah air yang terdiri atas molekul H20, tidak mengandung bahan-bahan lain yang terlarut di dalamnya, dan memiliki tingkat keasaman netral (pH 7,0). Namun, tingkat keasaman air yang ada sangat bervariasi. 

Ada yang bersifat asam (pH kurang dan 7,0) dan ada juga yang bersifat alkali (pH lebih dan 7,0). Dalam ilmu kimia, ukuran keasaman ditunjukkan dengan deret angka, mulai 1 hingga 14. Larutan dengan pH 1 berarti ekstrim asam dan pH 14 berarti ekstrim alkali.

Tahukah Anda hubungan antara pH air dengan kesehatan tubuh? Begini, tubuh memiliki pH alkali mendekati netral. Sel tubuh memiliki pH 7,1; pH darah 7,4; dan pankreas 8,8. Hanya kulit dan cairan lambung yang memiliki pH asam, masing masing 6,5 dan 3,0. 

Kulit bersifat asam untuk melindungi dari infeksi kuman. Sementara cairan lambung bersifat asam untuk menghancurkan makanan serta membunuh kuman.

Untuk mempertahankan kesehatan, pH tubuh, terutama darah harus dipertahankan. Sayangnya, metabolisme tubuh secara alami akan menghasilkan sampah yang bersifat asam. Meskipun tubuh dilengkapi dengan mekanisme untuk mempertahankan keseimbangan pH, kemampuannya terbatas. 

Jika Anda makan berlebih, sampah yang dihasilkan semakin banyak dan menumpuk di dalam tubuh. Akibatnya, keseimbangan pH tubuh Anda bisa bergeser ke arah asam. Jika ini terjadi, Anda akan merasakan berbagai keluhan kesehatan.

Salah satu cara untuk menolong keadaan tersebut adalah dengan merninum air yang memiliki pH alkali (lawan dari asam). Semakin asam tubuh Anda, makin banyak air alkali yang Anda butuhkan. Jika Anda meminum air yang asam, justru makin menambah keluhan kesehatan Anda.

Menurut standar yang selama ini dipakai, tingkat keasaman air minum yang diperbolehkan antara 6,5 hingga 8,5. Tingkat keasaman lebih rendah dari 6,5 dapat merugikan kesehatan. Selanjutnya, tingkat keasaman lebih tinggi dari 8,5 juga berbahaya, karena pH 9 atau lebih dapat merusak kulit.

Nah, yang ini harus diluruskan. Cairan kimia dengan pH 9 atau lebih memang bisa membuat kulit panas dan terkelupas. Seperti cairan pemutih pakaian (klorin atau kaporit). Jika Anda celupkan jari ke dalam pemutih, niscaya jari Anda terasa panas dan kulitnya terkelupas. 

Namun, ini tidak berlaku sepenuhnya bagi air. Sebuah produk air kesehatan dengan pH 10 lebih, sangat aman bagi kulit. Ketika diminum, air tersebut tidak menimbulkan reaksi apa-apa. Mulut tidak kering, apalagi rusak. Sama sekali tidak!

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Tingkat keasaman (pH) secara umum disebabkan konsentrasi ion H+ dan OH-. Larutan bersifat asam jika ion H+ lebih banyak daripada ion OH- . Sebaliknya, larutan disebut alkali jika ion H+ lebih sedikit dari ion OH-. Larutan disebut netral jika ion H+ dan OH- sama banyak. Nah, pH asam atau alkali kuat yang disebabkan ion H+ dan OH- inilah yang dapat membahayakan kulit.

Namun kenyataannya, pH tidak hanya disebabkan oleh jumlah H+ dan OH. Tingkat pH juga dapat ditentukan oleh muatan negatif (elektron) dan positif (proton). Air yang banyak mengandung senyawa terlarut bermuatan negatif akan memiliki pH alkali tinggi, bahkan lebih dan 10. Air yang seperti ini sangat aman, bahkan menguntungkan kesehatan.

Sementara itu, air yang Anda minum mengandung oksigen dan mineral terlarut dengan kadar yang bervariasi. Semakin tinggi kadar oksigen, pada level tertentu membuat kualitas air minum Anda semakin baik. Mineral dengan komposisi lengkap dan seimbang sangat bermanfaat menciptakan sel dan cairan sel pada tingkat optimal bagi kelangsungan metabolisme. 

Oleh Niaga Swadaya

Post a Comment

0 Comments