Antara Pengusaha atau Karyawan

Apakah Anda termasuk tipe orang yang suka tantangan? Sudah siapkah Anda untuk menjadi bos bagi diri Anda sendirii? Pikirkanlah dengan cermat terlebih dahulu apa alasan Anda tertarik menjadi seorang wirausahawan?

Apakah sudah siap meninggalkan zona nyaman sebagai karyawan karena sudah pasti ada gaji bulanan yang jumlahnya tetap dan sudah merupakan pendapatan bersih? Semua uang itu tidak dipotong apa-apa, dan diterima seutuhnya.

Kebanyakan orang bingung memilih atau menentukan apakah sebaiknya menjadi pegawai atau pengusaha. Masing-masing ada sisi plus dan minusnya. Jadi sebaiknya anda mempertimbangkan sisi plus dan minus masing-masing kemudian membuat pilihan yang sesuai dengan karakter anda.

Secara umum, Resiko yang ditempuh pegawai lebih aman dan situasinya lebih pasti. Kita wajib masuk kerja kemudian selesaikan pekerjaan sesuai job desc, maka akan menerima gaji sesuai kesepakatan. Akan tetapi dengan situasi seperti ini mengkondisikan seseorang hidup terlalu santai, tidak waspada, tidak mau meningkatkan kapasitas dirinya. Karena menjadi pegawai adalah sebuah “One Trick Pony” di mana anda belajar dan menguasai satu hal saja kemudian digunakan selama-lamanya. Inilah kondisi orang yang terjebak di zona nyaman.

Namun lain halnya menjadi seorang pengusaha, karena ada resiko yang harus ditempuh, anda tidak akan mendapatkan yang sifatnya pasti. Anda bisa membuat sebuah plan bisnis, melakukan riset pasar dan menyiapkan strategi-strategi tertentu tapi anda tidak akan pernah tahu apakah itu semua akan terjadi sesuai hitungan sebelum itu benar-benar dilakukan. Akan terjadi naik turunnya pendapatan, bahkan sampai merugi. Dunia bisnis merupakan dunia yang menantang dan penuh warna, didalamnya dibutuhkan kerja keras, inovasi, strategi, adaptasi, keterbukaan, mau belajar, dan siap menghadapi tantangan. Karena dunia bisnis adalah dunia yang dinamis, terus berubah, sebuah dunia yang kompetitif yang pelakunya harus kreatif dan selalu belajar hal-hal baru sesuai perkembangan pasar.

Ada beberapa alasan mengapa orang memilih untuk berwiraswasta antara lain:

1. Ingin cepat kaya

Setinggi apapun jabatan di sebuah perkantoran, “gaji” kita tidak akin pernah cukup untuk memenuhi gaya hidup yang kian meningkat. Banyak komentar yang mengatakan, kalau mau jadi kaya raya, jangan pernah jadi karyawan seumur hidup!

Sebagaimana yang diungkapkan Robert Kiyosaki dalam bukunya “The Cashflow Qudrant”, seorang wirausahawan sejati akan memperoleh passive income tanpa harus berkeringat. Pada kelompok ini, mereka akan menjadi Bos atau “majikan uang” dan punya banyak waktu luang. Sebaliknya kelompok karyawan (employee-seperti karyawan, dokter, pengacara) adalah orang yang harus bekerja keras seorang diri. Pada posisi ini mereka termasuk dalam kelompok “budak uang”. Dimana hidup mereka memiliki pola rutin: bangun pagi - bekerja - pulang - bayar tagihan — rutinitas yang membosankan!

Dari penjelasan ini jelas terlihat bahwa bekerja hanyalah sebagai ritme solusi jangka pendek untuk bertahan hidup! Sedangkan untuk jangka panjang adalah dengan membangun bisnis sendiri untuk mencapai kemakmuran sebagai solusi “Andai besok Anda berhenti bekerja?” Maka jawabannya adalah membuka usaha sendiri.

Apabila dibandingkan, maka seorang pekerja/karyawan adalah orang yang mencari security atau rasa aman, sedangkan pengusaha/wirausaha adalah mereka yang mencari oppurtunuty atau masa depan yang lebih baik.

2. Ingin Bebas tidak diatur orang lain

Dengan bekerja wirausaha atau menjadi seorang pengusaha mereka memiliki banyak waktu luang dan bebas, sehingga Anda bebas mengatur kerja Anda dan tidak menghabiskan perjalanan hidup Anda dibawah perintah dan tekanan orang lain. Kebebasan mengatur waktu sendiri adalah salah satu motivasi utama mengapa seorang ingin berwirausaha.

3. Ingin Mewujudkan Mimpi/ ¡de/ Ilmu dengan leluasa

Desakan keinginan untuk mengaplikasikan ide atau ilmu yang dimilikinya dengan leluasa tanpa terikat oleh aturan perusahaan, maka “wirausaha” dianggap sebagai wadah untuk mengaktualisasikan pemikiran dan gagasan kreatifnya sebebas-bebasnya. Dengan demikian Anda bebas untuk memaksimalkan kemampuan Anda dan memiliki kebebasan seluas-luasnya untuk berkreasi dengan ide Anda tanpa takut adanya batasan. Dengan adanya kebebasan ini, maka semangat kerja Anda tinggi dan ini bagus bagi pengembangan hasil dan usaha Anda.

4. Keadaan terdesak

Ada banyak orang yang menjadi pengusaha karena keadaan (korban PHK atau sulit mendapat pekerjaan di kantoran) yang mengharuskannya memilih untuk merubah hidupnya untuk bekerja membuka usaha sendiri. Daripada letih mengejar pekerjaan kantoran yang tidak kunjung diperoleh, mengapa Anda tidak mencoba menjadi wirausaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan?

5. Penghasilan tidak terbatas

Siapa sih yang tidak menginginkan penghasilan tinggi? Dengan membuka usaha sendiri Anda bisa mendapatkan penghasilan dalam jumlah yang sangat besar, bahkan tidak terbatas tergantung dari pengelolaan usaha Anda. Karena Anda bebas menentukan berapa besar pendapatan yang akan Anda dapatkan sebagai penghasilan. Anda adalah bos dari usaha yang Anda kelola.

6. Ingin Mandiri

Dengan membuka usaha sendiri, Anda menjadi memiliki sikap mental yang kuat dan mandiri. Karena Anda menjadi bos dalam usaha Anda sendiri, keberhasian dan kegagalan usaha Anda tergantung pada Anda!

7. Memperoleh Kepuasan atau Kebanggaan Tersendiri

Bisa membuka usaha sendiri kalau telah berhasil tentu akan menjadi suatu kepuasan atau kebanggaan tersendiri. Puas karena bisa menghasilkan sesuatu dari hasil usaha sendiri dan bisa menunjukkan kepada orang lain terhadap apa yang dicapainya ini. 

Jika kita amati keuntungan masing-masing profesi antara jadi karyawan dan jadi pengusaha, sebenarnya menjadi pengusaha lebih memberikan peluang untuk mencapai suatu sukses.

Tapi perlu diingat, Semua pencapaian yang telah diraih oleh para pengusaha sukses pastinya tidak mudah. Banyak orang hanya melihat dari apa yang telah diraih oleh para pengusaha tersebut: sukses, terkenal dan memiliki uang berlimpah. Tapi di belakang itu, sesungguhnya kerja keras, keringat dan air mata, serta jalan terjal mewarnai perjalanan hidupnya.

Post a Comment

0 Comments