Amalan dan Doa Ziarah Kubur

Ziarah itu berasal dari kata zâra, dengan bentukan berikutnya yazûru-ziyâratan, yang arti generiknya ‘mengunjungi’. Dapat diartikan bahwa ziarah kubur ial adalah berkunjung ke makam/pesarean orang Islam yang sudah wafat, baik orang muslim biasa, orang shalih, ulama, wali atau Nabi. Kata mengunjungi meniscayakan adanya pertemuan antara dua belah pihak dan salah satu adab bertemu adalah ucapan salam seperti assalâmu ‘alayka/ki/kum, yang diucapkan si pihak yang ingin bertemu kepada orang yang dikunjunginya. K

Rasulullah Saw sendiri telah menziarahi ibu tercinta beliau, memperbaiki kuburannya, dan menangisinya sehingga membuat orang-orang Muslim yang bersamanya sedemikian terpengaruh dan mengucurkan air mata. Ziarah kubur memberikan banyak pengaruh penting terhadap pendidikan dan akhlak yang Rasulullah Saw menjelaskan sebagian dari pengaruh-pengaruh ini. Rasulullah Saw bersabda, "Pergilah menziarahi kubur karena akan mengingatkan kalian kepada akhirat.

Ketika menziarahi kubur, kita membaca ayat suci al-Qur’an yang pahalanya dihadiahkan pada si mayit dan sebagainya, itu semua sangat sesuai menurut tuntunan syariat Islam serta diamalkan oleh para salaf dan ulama-ulama pakar.

Sebelum menziarahi kubur kita harus menyiapkan amalan-amalan atau doa-doa yang akan kita bacakan untuk si mayit, maka oleh sebeb itu saya akan membagikan amalan-amalan atau doa-doa ziarah kubur.

Saat Imam Shadiq as ditanya bagaimana cara kita menyampaikan salam kepada Ahli Kubur? Beliau menjawab:

السَّلامُ عَلَى أَهْلِ الدِّیَارِ

Salam atas penghuni rumah-rumah ini

مِنَ الْمُؤْمِنِینَ وَ الْمُسْلِمِینَ

dari mukminin dan muslimin

أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ

kalian telah mendahului kami

وَ نَحْنُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِکُمْ لاحِقُونَ

dan insya Allah kami menyusul kalian

Diriwayatkan dari Imam Husain as untuk membaca doa ini saat ziarah kubur:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الْأَرْوَاحِ الْفَانِیَهِ

Ya Allah Tuhan ruh-ruh yang fana ini

وَ الْأَجْسَادِ الْبَالِیَهِ

dan jasad-jasad yang rapuh

وَ الْعِظَامِ النَّخِرَهِ

tulang-tulang yang lebur

الَّتِی خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْیَا

yang telah keluar dari dunia

وَ هِیَ بِکَ مُؤْمِنَهٌ

dan ia mengimani-Mu

أَدْخِلْ عَلَیْهِمْ رَوْحا مِنْکَ

hembuskan angina rahmat-Mu padanya

وَ سَلاما مِنِّی

dan sampaikan salamku

Dianjurkan oleh Imam Ali as untuk membaca doa di bawah ini dalam ziarah kubur:

السَّلامُ عَلَى أَهْلِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

Salam atas ahli la ilaha ilallah

مِنْ أَهْلِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

dari ahli la ilaha ilallah

یَا أَهْلَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

wahai la ilaha ilallah

بِحَقِّ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

demi hak la ilaha ilallah

کَیْفَ وَجَدْتُمْ قَوْلَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

bagaimana kalian mendapatkan perkataan la ilaha ilallah

مِنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

dari la ilaha ilallah

یَا لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

wahai la ilaha ilallah

بِحَقِّ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

demi hak la ilaha ilallah

اغْفِرْ لِمَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

ampunilah yang mengucap la ilaha ilallah

وَ احْشُرْنَا فِی زُمْرَهِ مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

dan bangkitkan kami di barisan orang yang mengucap la ilaha ilallah

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ

Muhammad utusan Allah

عَلِیٌّ وَلِیُّ اللَّهِ

Ali wali Allah

Sayid Ibnu Thawus dalam Misbah Al-Zair berkata: Jika engkau ingin menziarahi kubur mukmin, maka hendaknya dilakukan di hari Kamis, atau jika tidak maka hari apa saja. Dengan menghadap kiblat letakkan tanganmu di atas kubur dan ucapkan doa ini:

اللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ

Ya Allah kasihani kesepiannya

وَ صِلْ وَحْدَتَهُ

obati kesendiriannya

وَ آنِسْ وَحْشَتَهُ

tenangkan ketakutannya

وَ آمِنْ رَوْعَتَهُ

berilah rasa aman

وَ أَسْکِنْ إِلَیْهِ مِنْ رَحْمَتِکَ

tempatkan dia dalam rahmat-Mu

رَحْمَهً یَسْتَغْنِی بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاکَ

rahmat yang membuatnya tidak membutuhkan selain rahmat-Mu

وَ أَلْحِقْهُ بِمَنْ کَانَ یَتَوَلاهُ

gabungkan ia dengan orang yang dicintainya

Setelah itu bacalah surah Al-Qadr sebanyak 7 kali. Begitu juga bacalah surah Al-Fathihah, surah Al-Falaq, surah An-Naas, surah Tauhid dan Ayat Kursi sebanyak 3 kali.

Diriwayatkan juga dari Imam Shadiq as sebuah doa untuk ahli kubur:

اللَّهُمَّ جَافِ الْأَرْضَ عَنْ جُنُوبِهِمْ

Ya Allah ringankan himpitan kuburnya

وَ صَاعِدْ إِلَیْکَ أَرْوَاحَهُمْ

angkat arwahnya kepada-Mu

وَ لَقِّهِمْ مِنْکَ رِضْوَانا

ridhailah ia

وَ أَسْکِنْ إِلَیْهِمْ مِنْ رَحْمَتِکَ

tempatkan ia pada rahma-Mu

مَا تَصِلُ بِهِ وَحْدَتَهُمْ

sehingga rasa kesepiannya terobati

وَ تُونِسُ بِهِ وَحْشَتَهُمْ

rasa takutnya reda

إِنَّکَ عَلَى کُلِّ شَیْ‏ءٍ قَدِیرٌ

sungguh Engkau Maha Mampu

Post a Comment

0 Comments