Manfaat Kunyit Untuk Awet Muda

Semua orang akan menjadi tua. Menurut Dr. Deepak Chopra, M.D., penulis beberapa buku tentang awet muda, antara lain Grow Younger, Live Longer, ada beberapa jenis penuaan. Ada penuaan yang bisa diubah dan penuaan yang tak bisa diubah. Yang bisa diubah adalah penuaan biologis. Yang dimaksud dengan penuaan biologis adalah seberapa baik tubuh kita berfungsi. Faktor-faktor penting yang berkaitan dengan usia biologis kita terdiri atas tekanan darah, lemak tubuh, imunitas, densitas atau kepadatan tulang, kolesterol, toleransi gula darah, kapasitas aerobik, dan kadar hormon.

Perilaku gaya hidup tertentu dapat membuat kita tetap muda secara biologis. Olahraga, mengurangi stres, dan diet dengan faktor utama nutrisi, merupakan unsur penting dalam upaya untuk tetap awet muda. Sebagian ahli gizi berpendapat, setiap kali kita makan, kita mempunyai peluang untuk memperlambat proses penuaan dengan membuat pilihan makanan yang tepat. Makanan-makanan untuk peremajaan atau awet muda mengandung nutrien-nutrien esensial yang membantu mencegah penyakit-penyakit akibat usia menua, penyakit-penyakit lain, dan tanda-tanda penuaan fisik.

Antioksidan merupakan nutrien, mineral, dan phytochemical yang sesuai namanya, memerangi proses oksidasi yang menyebabkan penuaan. Ada berbagai jenis antioksidan. itu sebabnya, para ahli menganjurkan kita mengonsumsi berbagai Jenis sumber makanan antioksidan. Kunyit merupakan salah satu makanan yang membantu kita tetap awet muda.

Bumbu masak ini sering digunakan para herbalis untuk mengatasi rasa sakit dan inflamasi, termasuk untuk mengatasi masalah-masalah liber. Kunyit mengandung sejumlah banyak antioksidan, curcumin dan antioksidan lainnya: capsaicin yang membantu menurunkan kadar kolesterol LDL, dan juga melindungi DNA dan kerusakan oksidatif. Selain untuk bumbu dalam berbagai masakan, kunyit Juga bisa ditambahkan ke dalam tumisan atau dijadikan nasi kuning.

Kunyit dan jahe merupakan anggota keluarga Zingiberaceae membantu melindungi sel-sel dan kerusakan oksidatif dan mencegah inflamasi yang dapat menyebabkan perubahan-perubahan sel kanker.

Riset menunjukkan, curcumin yang memberi warna kuning pada kunyit dapat menurunkan risiko Alzheimer dengan membatasi penimbunan protein destruktif di dalam otak, ciri utama penyakit Alzheimer. Kunyit juga dapat membantu mencegah kanker kolon dan gastric dengan memperlambat efek bakteri saluran cerna yang berbahaya dan melancarkan sistem pencernaan. Kita beruntung karena punya banyak masakan yang menggunakan kunyit dan ramuan jamu yang menggunakan kunyit.

Sajian masakan berbumbu kunyit bisa dipadukan dengan sayuran hijau seperti brokoli, kubis, kembang kol, serta kubis brussel yang mengandung sulforaphane, isothiocyanate, dan indoles (yang dapat merangsang lever untuk membuat komponen yang dapat memecah kimiawi penyebab kanker) akan sangat berkhasiat bagi tubuh.

Post a Comment

0 Comments